Profil Band Dead Vertical ( Indonesian Grindcore )
PLAY WITH THE DEAD
Trio penggerinda dari daratan timur Batavia dengan konsep musik yang
agresif, brutal, padat, serta kental nuansa european grindcore. Band
ini juga dikenal memiliki sound yang mantap dan materi yang matang.
Musik keras dan singkat. Very-very straight. Dalam balutan topik sosial
yang kritis. Yeah, it’s pure grindcore!
INFECTING THE WORLD
Dead Vertical [DV] merupakan band grindcore asal timur kota Jakarta
yang terbentuk sejak 22 November 2001. Berawal dari persahabatan empat
pemuda dengan kesamaan selera pada musik cadas. Menurut mereka, Dead
Vertical mempunyai arti ‘Matinya hubungan vertikal antara Tuhan dan
Manusia’. Dalam formasi awal Iwan [vokal], BoyBleh [gitar/vokal], Bony
[bass], dan Andriano [drums], DV sudah mulai bikin lagu-lagu sendiri
dalam karakter crust-grind yang sangat terinspirasi oleh Napalm Death,
Terrorizer, Sepultura, Brutal Truth, Repulsion, dsb. Lirik lagu-lagu
mereka bertemakan sosial, kehidupan sehari-hari, dan kondisi aktual yang
terjadi di dunia ini. Pada pertengahan 2003, Andriano mengundurkan
diri dan posisinya digantikan oleh Bimo [eks Free To Decide]. Kemudian
DV merilis debut album bertajuk Fenomena Akhir Zaman lewat
label The Eye Music pada awal tahun 2004. Selepas album perdana itu,
Bimo juga cabut dan digantikan oleh Arya Blood, seorang drummer veteran
yang pernah memperkuat Highlander, For My Blood, Panic Disorder dan
Looserz. Di akhir 2005, Iwan mengundurkan diri sehingga formasi DV menjadi tiga orang. Dalam formasi trio itu, DV makin aktif dan menghasilkan musikalitas yang lebih terkonsep. Tetap di jalur grindcore, namun dengan karakter yang lebih brutal dan padat. Di awal tahun 2006 mereka melepas mini album yang bertitel Global Madness secara independen. Semenjak mini album tersebut, nama DV mulai melambung dan banyak diundang manggung dalam berbagai gigs. Menjelang akhir tahun 2007, DV mendapat tawaran kontrak dari Rottrevore records untuk merilis album keduanya. BoyBleh dkk langsung merekam materi musiknya di studio Bintang 41 [Bandung] dengan sound engineer Toteng Forgotten. Pada bulan April 2008, Rottrevore records merilis album kedua DV yang dalam titel Infecting The World. Rekaman ini berisi 22 lagu dengan karakter musik yang lebih brutal, agresif, padat, serta kental dengan nuansa grindcore ala eropa.
LAST SECONDS OF PARANOIA Dead Vertical sempat mencapai highlight-nya ketika diajak tampil sebagai band pembuka konser Napalm Death di Jakarta, tahun 2007 lalu. Dalam rekaman Infecting The World, DV juga mengajak DJ Winky untuk mengisi sampling intro dan outro pada album tersebut.
Dalam waktu dekat Dead Vertical juga
akan meramaikan konser musik Rock in Solo yang di mulai tanggal 13
oktober 2012 bertempat di Alun Alun utara kota Solo
bersamaan dengan Canibal Corpse .Aftercoma.Makam.Jasad.Dan banyak band2 berbahaya lain nya m/
bersamaan dengan Canibal Corpse .Aftercoma.Makam.Jasad.Dan banyak band2 berbahaya lain nya m/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar